Tags

Jadikan brand perusahaan Anda harum bukan cuma di mata karyawan sendiri, tetapi juga karyawan dari perusahaan lain. Setelah itu, bersiap-siaplah, orang-orang terbaik akan berduyun-duyun menyambangi perusahaan Anda.

Menjadi perusahaan yang dicintai karyawannya, pastilah menjadi dambaan setiap pemilik dan pemimpin perusahaan. Sederhana sekali logikanya. Sesuai dengan kaidah cinta yang bersifat universal: karyawan yang mencintai perusahaannya tentu akan selalu berusaha memberikan yang terbaik, bahkan rela berkorban, demi perusahaannya. Karyawan yang telah “jatuh cinta” tak sekadar memenuhi apa yang diwajibkan perusahaan, melainkan berusaha memberikan lebih dari itu. Dengan kecerdasan, keahlian, plus hati yang penuh sukacita, mereka akan berusaha selalu berinovasi dan berimprovisasi demi kemajuan dan masa depan yang cerah bagi perusahaannya. Namanya juga cinta. Betapa idealnya!

Tentu tak mudah membangun, membina dan mengembangkan perusahaan yang selalu dicintai karyawannya. Fakta justru memperlihatkan, hubungan antara majikan dan karyawan begitu pelik dan terus bergejolak dari masa ke masa, sejak zaman Revolusi Industri hingga sekarang. Maklumlah, terutama di perusahaan-perusahaan yang masuk kategori menengah dan besar, jumlah karyawannya bisa mencapai ratusan, ribuan, bahkan puluhan ribu. Komunikasi pun bertambah sulit dan njelimet.

Namun, di zaman Internet kini, persoalan jarak – baik fisik maupun psikologis – sebetulnya bukan masalah lagi. Perusahaan dengan 10 karyawan, misalnya, bukan jaminan bahwa komunikasinya lebih lancar dibanding perusahaan dengan ratusan bahkan ribuan karyawan. PT AXA Indonesia, yang memenangi ajang Employer of Choice 2010 yang diselenggarakan SWA berkerja sama dengan konsultan SDM HayGroup, misalnya, merupakan contoh yang bagus bagaimana pihak manajemen AXA menjalin komunikasi yang intensif dan terbuka dengan para karyawannya. Atas dasar keyakinan bahwa engagement tak mungkin terjadi tanpa komunikasi yang baik, dikembangkanlah apa yang mereka namakan CEO Chat.

Dalam CEO Chat, manajemen memberikan penjelasan kepada karyawan tentang perkembangan perusahaan, informasi kegiatan, kebijakan, perubahan yang dilakukan manajemen, hasil meeting dengan pemegang saham, target dan arah perusahaan, hingga hasil RUPS dalam bentuk video streaming atau media lainnya. Dengan demikian, karyawan tak gampang diterpa atau mencari-cari gosip. Sebaliknya, tanpa banyak komando, karyawan justru fokus bahkan sibuk berinovasi demi kemajuan perusahaan yang serasa milik sendiri itu.

Kisah AXA hanya salah satu contoh. Intinya, di era sekarang, komunikasi bisa ditempuh dengan beragam cara yang kian variatif dan atraktif. Dan, semakin canggih suatu perusahaan memanfaatkan semua buah kemajuan pengetahuan dan teknologi (Internet, salah satunya), semakin terkenal dan dikagumi perusahaan itu bukan saja oleh karyawan sendiri, tetapi juga dikagumi karyawan perusahaan lain.

Itulah yang disebut salah satu bentuk employer branding. Bagi perusahaan yang bersangkutan, jelas sangat menguntungkan. Jika brand sebuah perusahaan semerbak di tengah mesyarakat, tak sulit bagi perusahaan itu mendapatkan orang-orang terbaik untuk bergabung di dalamnya. Siapa sih yang tak ingin bekerja di perusahaan yang maju, nyaman, sekaligus memberikan prospek karier dan penghasilan yang bagus?

Nah, silakan berlomba-lomba menjadi perusahaan dengan brand yang mencorong di tengah masyarakat sehingga menjadi rebutan orang terbaik. Setelah itu, bersiap-siaplah menjadi perusahaan hebat yang berdaya saing tinggi baik di level nasional maupun global karena ditopang oleh pilar-pilar SDM unggul. Jangan ditunda-tunda lagi. Kalau Anda masih kurang yakin, silakan simak halaman-halaman Sajian Utama setelah ini, yang menyuguhkan cerita menarik tentang perusahaan yang sukses membangun dan mengembangkan diri mereka menjadi sosok yang dicintai para karyawannya.

(SWA MAGAZINE)