Hubungan diplomatik Kuba dan Republik Indonesia secara resmi dibuka pada 22 Januari 1960. Che Guevara tahun 1959 berkunjung ke Indonesia sebagai utusan resmi Presiden Kuba, Fidel Castro, untuk menyampaikan undangan khusus kepada Presiden Soekarno.

[Image: kbx.jpg?w=400&h=378]
Che Guevara di Candi Borobudur tahun 1959. (Foto: Kompas)

FOTO-FOTO PRESIDEN SOEKARNO SAAT BERKUNJUNG KE KUBA TAHUN 1960 UNTUK MENANDA TANGANI PERESMIAN HUBUNGAN DIPLOMATIK INDONESIA – KUBA

[Image: kb-1.jpg?w=510&h=407]
Presiden Indonesia, Soekarno, tiba di Bandara Jose Marti, Havana, Kuba, tgl 13 Mei 1960, disambut oleh Fidel Castro (tengah – saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri Kuba) dan Che Guevara (kedua dari kanan – orang kedua pemimpin gerilya Kuba). Kunjungan ini untuk meresmikan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kuba yang dijalin sejak awal 1960.

[Image: kb-3.jpg?w=500&h=391]

[Image: kb-4.jpg?w=500&h=319]

[Image: kb-5.jpg?w=500&h=494]

[Image: kb-6.jpg?w=500&h=495]

[Image: kb-7.jpg?w=500&h=409]

[Image: kb-8.jpg?w=442&h=450]

[Image: kb-10.jpg?w=356&h=450]

[Image: kb-12.jpg?w=500&h=416]

[Image: kb-13.jpg?w=456&h=450]

[Image: kb-14.jpg?w=475&h=450]

Perangko bergambar Sukarno, Castro dan Che Guevara, yang diterbitkan oleh pemerintah Kuba.
[Image: kb-15.jpg?w=500&h=162]

Perangko bergambar Sukarno, Castro dan Che Guevara, yang diterbitkan oleh PT. Pos Indonesia.
[Image: kb-16.jpg?w=398&h=400]